penelusuran perkara dan pos bantuan hukumSurat Masuk dan Keluar

UPACARA PERINGATAN KESAKTIAN PANCASILAN TAHUN 2019.

Pada hari Selasa tanggal 1 Oktober 2019 bertempat di halaman kantor Pengadilan Negeri Kota Agung pada pukul 08.00 WIB seluruh jajaran .....

Selengkapnya

PENGAMBILAN SUMPAH DAN PELANTIKAN JABATAN SDRI. TETTI HERAWATI SARAGIH, S.H.

Pada hari Rabu tanggal 18 September 2019, pukul 09.00 WIB, bertempat di ruang sidang .....

Selengkapnya

APEL KENDARAAN DINAS PADA PENGADILAN NEGERI KOTA AGUNG.

Pada hari Jum'at tanggal 23 Agustus 2019, Bapak Ardhi Wijayanto, S.H., M.H. selaku Ketua Pengadilan Negeri .....

Selengkapnya

PENGAMBILAN SUMPAH DAN PELANTIKAN JABATAN SDR. JIMI HENDERIYANTO, S.H., M.H.

Pada hari Senin tanggal 26 Agustus 2019, pukul 09.00 WIB, bertempat di ruang sidang .....

Selengkapnya

PENGADILAN NEGERI KOTA AGUNG JUARA 1 LOMBA INOVASI PELAYANAN PUBLIK DI WILAYAH HUKUM PENGADILAN TINGGI TANJUNG KARANG

Pada hari Selasa tanggal 20 Agustus 2019, Pengadilan Negeri Kota Agung meraih juara 1 perlombaan .....

Selengkapnya

UPACARA DALAM RANGKA MEMPERINGATI HUT MAHKAMAH AGUNG REPUBLIK INDONESIA KE-74

Pada hari Senin tanggal 19 Agustus 2019, Keluarga Besar Pengadilan Negeri Kota Agung melaksanakan Upacara dalam rangka HUT .....

Selengkapnya

UPACARA BENDARA DALAM RANGKA MEMPERINGATI HUT REPUBLIK INDONESIA KE-74

Pada hari Sabtu tanggal 17 Agustus 2019, Keluarga Besar Pengadilan Negeri Kota Agung melaksanakan Upacara Bendera dalam rangka .....

Selengkapnya

PENGAMBILAN SUMPAH JABATAN DAN PELANTIKAN SDRI. MARTHA DIANA, S.H., M.H. SEBAGAI PANITERA PENGGANTI PENGADILAN NEGERI KOTA AGUNG

Pada hari Senin tanggal 5 Agustus 2019, bertempat di Ruang Sidang Utama Pengadilan Negeri Kota Agung telah dilaksanakan Pengambilan Sumpah .....

Selengkapnya

EVALUASI KINERJA MELALUI TELECONFERENCE

Kota Agung, 12 Juli 2019, Dalam rangka efektifitas pelayanan dan pembinaan terhadap Pengadilan Negeri se-wilayah hukum .....

Selengkapnya

PENGAMBILAN SUMPAH DAN PELANTIKAN JABATAN PANITERA MUDA PIDANA DAN JURU SITA PENGADILAN NEGERI KOTA AGUNG

Pada hari Selasa tanggal 19 Februari 2019, bertempat di Ruang Sidang Utama Pengadilan Negeri Kota Agung.....

Selengkapnya

RAPAT TIM PENYUSUNAN LKjIP TAHUN 2018

PN Kota Agung|Pada hari Kamis, tanggal 27 Desember 2018 Pukul 09.30 WIB bertempat di ruang Sidang Utama.....

Selengkapnya

Pengantar Alih Tugas

PN Kota Agung|Pada hari Jumat tanggal 2 November 2018, bertempat di Aula Pengadilan Negeri Kota Agung diadakan acara Pengantar Alih Tugas untuk masing-masing.....

Selengkapnya

Upacara Peringatan Sumpah Pemuda Tahun 2018 di Pengadilan Negeri Kota Agung

PN Kota Agung|Pada hari Senin tanggal 29 Oktober 2018 bertempat di halaman kantor Pengadilan Negeri Kota Agung Kelas II pada pukul 08.00 WIB seluruh jajaran Pengadilan Negeri Kota Agung Kelas II berkumpul .....

Selengkapnya

Perkara Mediasi

Pengertian Mediasi adalah proses penyelesaian sengketa melalui proses perundingan atau mufakat para pihak dengan dibantu oleh mediator yang tidak memiliki kewenangan memutus atau memaksakan sebuah penyelesaian. Ciri utama proses mediasi adalah perundingan yang esensinya sama dengan proses musyawarah atau konsensus. Sesuai dengan hakikat perundingan atau musyawarah atau konsensus, maka tidak boleh ada paksaan untuk menerima atau menolak sesuatu gagasan atau penyelesaian selama proses mediasi berlangsung. Segala sesuatunya harus memperoleh persetujuan dari para pihak.

Latar Belakang Mediasi Dasar hukum pelaksanaan Mediasi di Pengadilan Negeri adalah Peraturan Mahkamah Agung RI Nomor 1 Tahun 2016 tentang Prosedur Mediasi di Pengadilan yang merupakan hasil revisi dari Peraturan Mahkamah Agung Nomor 1 Tahun 2008 .

Beberapa Poin Mediasi/Perdamaian:

  1. Dalam setiap perkara perdata, apabila kedua belah pihak hadir di persidangan, hakim wajib mendamaikan kedua belah pihak. Usaha mendamaikan kedua belah pihak yang berperkara tidak terbatas pada hari sidang pertama saja, melainkan dapat dilakukan dalam sidang sidang berikutnya meskipun taraf pemeriksaan lebih lanjut (Pasal 130 HIR/Pasal 154 RBg).
  2. Jika usaha perdamaian berhasil, maka dibuat akta perdamaian, yang harus dibacakan terlebih dahulu oleh hakim dihadapan para pihak sebelum hakim menjatuhkan putusan yang menghukum kedua belah pihak untuk mentaati isi perdamaian tersebut. 3. Akta/ putusan perdamaian mempunyai kekuatan yang sama dengan putusan hakim yang berkekuatan hukum tetap dan apabila tidak dilaksanakan, eksekusi dapat dimintakan kepada Ketua Pengadilan yang bersangkutan.
  3. Akta/ putusan perdamaian tidak dapat dilakukan upaya hukum banding, kasasi dan peninjauan kembali.
  4. Jika usaha perdamaian tidak berhasil, hal tersebut harus dicatat dalam berita acara persidangan, selanjutnya pemeriksaan perkara dilanjutkan dengan membacakan surat gugatan dalam bahasa yang dimengerti oleh para pihak, jika perlu dengan menggunakan penterjemah (Pasal 131 HIR/Pasal 155 RBg).
  5. Khusus untuk gugatan perceraian, Hakim wajib mendamaikan kedua belah pihak yang bersengketa, yang sedapat mungkin dihadiri sendiri oleh suami-istri tersebut.
  6. Apabila usaha perdamaian berhasil, maka gugatan penceraian tersebut harus dicabut, apabila usaha perdamaian gagal maka gugatan perceraian diperiksa dalam sidang yang tertutup untuk umum.
  7. Dalam mengupayakan perdamaian digunakan PERMA Nomor 1 Tahun 2008 tentang Prosedur Mediasi di Pengadilan yang mewajibkan agar semua perkara yang diajukan ke pengadilan tingkat pertama wajib untuk diselesaikan melalui perdamaian dengan bantuan mediator (Pasal 2 ayat (3) PERMA).
  8. PERMA Nomor 1 Tahun 2008 mengatur tentang Prosedur Mediasi di Pengadilan (lihat lampiran file PERMA Nomor 1 Tahun 2008 tentang Prosedur Mediasi di Pengadilan).
  9. PERMA Nomor 1 Tahun 2016 mengatur tentang Prosedur Mediasi di Pengadilan (lihat lampiran file PERMA Nomor 1 Tahun 2008 tentang Prosedur Mediasi di Pengadilan).